Melebarnya jurang antara jumlah data yang dihasilkan dunia dan
kemampuan kita untuk menyimpannya telah memberi hidup baru pada kaset
yang sederhana.
Meski konsumen telah meninggalkan kaset audio dan
memilih iPod, pengaturan sejumlah besar data, mulai dari catatan pasien
untuk arsip video tetap menggunakan kaset sebagai media penyimpanan
yang murah dan aman.
Para
peneliti di IBM berusaha menjaga teknologi yang berusia 60 tahun ini
untuk setidaknya 10 tahun ke depan dan mereka mendapatkan bantuan dari
meningkatnya biaya energi, yang memaksa perusahaan untuk mencari
alternatif murah untuk mengganti hard drive.
Evangelos
Eleftheriou dan rekannya di IBM Research di Zurich, Swiss, telah
mengembangkan kaset hanya sebesar 10x10cmx2cm yang dapat menampung
sekitar 35 TB data, setara perpustakaan dengan rak buku sepanjang 400
kilometer.
"Ini merupakan teknologi penyimpanan yang paling ramah
lingkungan," ujar Eleftheriou pada Reuters. "Kaset mengonsumsi nol daya
secara harfiah."
Tidak seperti perangkat penyimpanan hard drive,
yang harus menyala terus, sistem kaset hanya mengonsumsi daya ketika
sedang dibaca atau ditulis.
Kelemahan terbesarnya, kaset harus diambil, biasanya oleh mesin, dan kemudian dimasukkan ke perangkat untuk membacanya.
Tapi
untuk sebagian data dunia yang diarsipkan, waktu untuk mengakses
tidaklah penting. Dari arsip hukum dan catatan perusahaan yang disimpan
untuk mematuhi undang-undang seperti Sarbanes Oxley Act di Amerika
Serikat, data arus lalu-lintas dan pola cuaca, menjaga salinannya tetap
aman lebih penting daripada akses cepat.
"Jika Anda memiliki data yang besar maka Anda memiliki cadangan yang sangat besar," kata Eleftheriou.
Hal
ini didukung oleh perkiraan dari konsultasi Coughlin Associates bahwa
sekitar 400 exabyte, setara dengan 20 juta kali isi US Library of
Congress, saat ini disimpan pada kaset.
Kaset baru dari IBM
tersebut awalnya dikembangkan bersama Fuji Film, yang berisi sekitar
29,5 miliar bit pada satu inci persegi kaset. Lapisan yang terbuat dari
senyawa kimia barium ferit memaksimalkan apa yang disebut sebagai
kepadatan linear — jumlah data yang dapat masukkan ke panjang rekaman
itu.
Keterbatasan lainnya adalah jumlah track yang bisa
dimasukkan dan peneliti telah mengembangkan teknologi nanopositioning
baru yang bisa menempatkan posisi membaca dan menulis dengan akurasi
10-15 miliar untuk setiap meternya.
Data yang sangat banyak
Eleftheriou
dan timnya percaya bahwa mereka dapat meningkatkan kapasitas
penyimpanan hingga 100 miliar bit per inci persegi dan mereka berharap
bisa membuat kaset penyimpanan sebagai pesaing untuk salah satu proyek
pengumpulan data terbesar di dunia — teleskop radio besar yang dikenal
sebagai 'Square Kilometer Array' (SKA ).
Hanya dalam waktu 10
tahun SKA akan mulai memindai langit dari dua lokasi terpencil di Afrika
Selatan dan Australia, dan akan menghasilkan data 10 kali lebih besar
lalu-lintas data internet global.
"Akan ada sejumlah besar data
mengalir keluar dari sebuah komputer raksasa dengan beberapa buah logam
(piringan dan antena) pada ujungnya," ujar Andy Faulkner, seorang
astrofisikawan di Cambridge University dan salah satu insinyur proyek
SKA.
Faulkner mengatakan ada cukup pergeseran ke arah menggunakan
hard drive dalam astronomi dalam beberapa tahun terakhir karena
kapasitas mereka telah tumbuh begitu cepat, tetapi SKA akan berada di
posisi yang berbeda. Bukan hanya karena jumlah besar data akan
dihasilkannya dan pembatasan penggunaan listrik di lokasi yang
terpencil.
"Sebenarnya, belum ada yang tahu apa yang akan kita
gunakan dalam jangka waktu 10 tahun tapi penyimpanan dengan kaset sangat
menarik karena Anda tidak perlu akses saat-itu-juga untuk semuanya."
Baca juga:
[GALERI] Perangkat yang dapat diganti oleh smartphone Anda
[GALERI] Keindahan sosok mungil di bawah mikroskop
[GALERI] 10 ponsel fenomenal di Indonesia
Bottlesmoker: produk budaya gratis dengan hasil fantastis
Kiat tetap aman dari penipuan saat belanja online


